Megasuara.com – Jakarta, Warga Desa Rangai Tritunggal, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan, dikejutkan oleh penemuan jasad seorang anak perempuan di pinggir jalan desa pada Jumat dini hari. Sejumlah warga yang hendak menuju masjid awalnya mengira benda yang terbungkus kain putih itu merupakan tumpukan barang bekas. Mereka kemudian mendekat setelah mencium bau menyengat dari lokasi tersebut. Kondisi itu langsung membuat suasana desa berubah tegang dan penuh kepanikan. Polisi bersama aparat desa segera mendatangi tempat kejadian untuk melakukan pemeriksaan awal.
Petugas menemukan tubuh anak perempuan itu dalam kondisi mengenaskan. Kain putih dan potongan kardus menutupi sebagian tubuh korban saat warga pertama kali melihatnya. Polisi memperkirakan usia korban sekitar 11 hingga 13 tahun berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi. Aparat juga belum menemukan identitas resmi korban ketika proses evakuasi berlangsung. Tim kepolisian lalu memasang garis pembatas agar warga tidak mendekati area pemeriksaan.
Dalam surat tersebut, penulis juga menjelaskan bahwa anak perempuan itu meninggal akibat penyakit diabetes yang telah lama dideritanya. Polisi menyebut tidak menemukan tanda kekerasan pada tubuh korban saat pemeriksaan awal berlangsung. Aparat menduga kondisi kesehatan korban memburuk dalam beberapa hari terakhir sebelum meninggal dunia. Polisi tetap membawa jenazah untuk pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan penyebab kematian secara detail. Langkah itu dilakukan agar penyelidikan berjalan transparan dan akurat.
Kapolsek Katibung menyatakan pihaknya terus mencari keberadaan keluarga korban. Polisi mengumpulkan keterangan dari sejumlah warga yang sempat melihat orang asing di sekitar lokasi beberapa hari terakhir. Aparat juga menelusuri kemungkinan keluarga korban berpindah-pindah tempat setelah tiba di Lampung. Hingga Sabtu malam, petugas belum berhasil menemukan orang tua anak tersebut. Polisi tetap membuka peluang kerja sama dengan masyarakat untuk membantu proses pencarian.
Tokoh masyarakat setempat menilai peristiwa tersebut menjadi pengingat penting tentang kondisi sosial masyarakat rentan di perkotaan. Banyak keluarga datang ke daerah baru dengan harapan memperbaiki kehidupan, namun sebagian justru menghadapi penipuan dan kesulitan ekonomi. Warga desa mengaku tidak tega membiarkan jasad anak itu terbengkalai di pinggir jalan. Mereka memilih bergotong royong agar korban tetap mendapatkan penghormatan terakhir secara layak. Sikap solidaritas itu kemudian mendapat perhatian luas di media sosial.
Unggahan mengenai surat titipan di samping jasad korban menyebar cepat di berbagai platform digital. Banyak pengguna media sosial menyampaikan rasa sedih sekaligus kemarahan terhadap dugaan penelantaran keluarga miskin di kota besar. Sejumlah akun juga mengajak masyarakat membantu polisi mencari keberadaan orang tua korban. Beberapa warga Lampung bahkan menawarkan bantuan makanan dan tempat tinggal apabila keluarga korban berhasil ditemukan. Reaksi publik terus berkembang seiring munculnya informasi baru dari aparat kepolisian.
Pengamat sosial di Lampung menilai pemerintah daerah perlu memperkuat pendataan terhadap pendatang yang mengalami kondisi darurat ekonomi. Mereka juga meminta instansi sosial lebih aktif menjangkau keluarga terlantar di ruang publik. Langkah cepat dinilai penting agar kasus serupa tidak kembali terjadi di daerah lain. Selain itu, masyarakat juga diharapkan melaporkan keberadaan warga yang membutuhkan bantuan medis maupun tempat tinggal sementara. Upaya pencegahan membutuhkan kerja sama antara pemerintah, aparat, dan masyarakat sekitar.
Hingga kini, polisi masih menyimpan surat yang ditemukan di lokasi sebagai bagian dari penyelidikan. Petugas berharap isi tulisan tersebut dapat membantu mengungkap identitas korban dan keluarganya. Aparat juga memeriksa rekaman kamera pengawas di sejumlah titik jalan menuju lokasi penemuan jasad. Polisi meminta masyarakat segera melapor apabila memiliki informasi terkait anak perempuan tersebut. Kasus itu terus menjadi perhatian warga Lampung Selatan dalam beberapa hari terakhir.












