Megasuara.com – Jakarta, Penderita asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD) perlu lebih cermat dalam memilih makanan sehari-hari. Pola makan yang tidak tepat kerap menjadi pemicu utama naiknya asam lambung yang ditandai dengan rasa perih di dada, mual, hingga sensasi terbakar di tenggorokan.
Dokter gizi dan spesialis penyakit dalam menyebutkan bahwa konsumsi makanan yang tepat dapat membantu mengendalikan produksi asam lambung sekaligus menjaga kenyamanan saluran pencernaan. Salah satu jenis makanan yang dianjurkan adalah makanan rendah lemak dan mudah dicerna.
Beberapa contoh makanan yang relatif aman bagi penderita asam lambung antara lain pisang, oatmeal, dan nasi putih. Pisang mengandung serat alami yang dapat membantu menetralkan asam lambung, sementara oatmeal mampu menyerap kelebihan asam di lambung sehingga mengurangi risiko iritasi. Sayuran hijau seperti bayam, brokoli, dan buncis juga dianjurkan karena bersifat rendah asam dan kaya nutrisi. Selain itu, sumber protein tanpa lemak seperti dada ayam tanpa kulit, ikan kukus, serta tahu dan tempe menjadi pilihan yang lebih aman dibandingkan daging berlemak. Untuk buah-buahan, penderita asam lambung disarankan memilih buah dengan tingkat keasaman rendah seperti apel, melon, dan pir. Sebaliknya, buah asam seperti jeruk dan nanas sebaiknya dibatasi karena berpotensi memicu refluks.
Selain jenis makanan, cara mengolah dan waktu makan juga berpengaruh besar. Makanan sebaiknya dimasak dengan cara direbus, dikukus, atau dipanggang tanpa minyak berlebih. Penderita juga dianjurkan makan dalam porsi kecil namun lebih sering, serta menghindari langsung berbaring setelah makan. Para ahli menekankan bahwa pengelolaan asam lambung tidak hanya bergantung pada obat-obatan, tetapi juga pada perubahan gaya hidup dan pola makan yang konsisten. Dengan memilih makanan yang tepat, penderita asam lambung dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman dan produktif.















