Scroll untuk baca artikel
Example floating
Nasional

Krisis Air Kepung Sukabumi

36
×

Krisis Air Kepung Sukabumi

Sebarkan artikel ini

Krisis Air Kepung Sukabumi

Krisis Air Kepung Sukabumi

Megasuar.com – Jakarta, Krisis air bersih terjadi di Desa Nanggerang, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, akibat musim kemarau yang berlangsung cukup lama. Kondisi tersebut membuat sekitar 1.000 warga atau sekitar 400 kepala keluarga (KK) mengalami kesulitan memperoleh air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Peristiwa kekeringan mulai dirasakan warga sejak Sabtu, 11 Juli 2026. Wilayah yang terdampak meliputi Kampung Legok Bitung RT 01 RW 04 serta Kampung Kebon Kawung RT 02, RT 03, dan RT 04 RW 04.

Daeng Sutisna selaku Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi menjelaskan bahwa kemarau panjang menjadi penyebab utama berkurangnya ketersediaan air bersih di wilayah tersebut.

“Kemarau panjang memicu kekeringan parah di satu wilayah ke-RW-an Desa Nanggerang. Dampaknya, warga kini kesulitan air bersih,” ujar Daeng Sutisna, Minggu (12/7/2026).

Setelah menerima laporan dari masyarakat, Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cicurug segera mendatangi lokasi untuk melakukan peninjauan sekaligus asesmen awal terhadap dampak kekeringan.

Upaya penanganan melibatkan berbagai unsur, mulai dari Sekretariat Kecamatan Cicurug, Satgas BPBD, Taruna Siaga Bencana (Tagana), Pemerintah Desa Nanggerang, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, hingga para relawan yang bekerja sama dalam menangani kebutuhan warga.

“Begitu menerima laporan, kami langsung berkoordinasi dengan pemdes dan seluruh unsur terkait untuk kaji cepat di lapangan,” kata Daeng.

BPBD Kabupaten Sukabumi memastikan bahwa kejadian kekeringan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka. Meski demikian, kebutuhan air bersih menjadi prioritas utama karena pasokan air di permukiman warga terus berkurang.

“Fokus utama dan kebutuhan paling mendesak warga saat ini adalah air bersih. Alhamdulillah, nihil korban jiwa dalam kejadian ini,” tutur dia.

Sebagai langkah penanganan awal, BPBD mulai mendistribusikan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak. Penyaluran dilakukan secara bertahap agar kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama musim kemarau masih berlangsung.

“Hari ini kami sudah mendistribusikan bantuan air bersih sebanyak dua tangki, yang mana masing-masing tangki berkapasitas 5.000 liter,” ungkapnya.

Sementara itu, BPBD Kabupaten Sukabumi masih melakukan pendataan secara menyeluruh untuk mengetahui besaran kerugian yang ditimbulkan akibat bencana kekeringan, baik dari sisi materiil maupun dampaknya terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

“Mengenai total kerugian yang ditimbulkan akibat bencana kekeringan ini, saat ini tim kami masih melakukan kajian menyeluruh,” jelas dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *